Categories
Keuangan

Kredit Rumah Syariah Tanpa DP, Benarkah Ada? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat modern dewasa ini karena dianggap menjadi salah satu solusi terbaik untuk memiliki sendiri rumah yang di idam-idamkan. Pada umumnya, ada 2 jenis KPR yang tersedia saat ini. Satu adalah KPR konvensional dan satunya lagi adalah KPR Syariah. Membahas soal jenis KPR yang kedua, KPR syariah belakangan ini mulai banyak peminatnya dan cukup bersaing dengan KPR konvensional.

Lantas timbullah pertanyaan apakah benar ada kredit rumah syariah tanpa DP? Untuk itu mari kita bahas.

Jawabannya tentu saja ada, namun tidak semua perbankan syariah menyediakan produk KPR tanpa DP.

Namun yang jelas, menggunakan KPR syariah saja sudah lebih menguntungkan daripada KPR konvensional. Sebab, berbeda dari bank konvensional, alih-alih menerapkan suku bunga yang naik-turun sesuai dengan fluktuasi suku bunga di pasar, KPR syariah menggunakan cicilan tetap (fix) dari awal hingga akhir masa tenor.

Selain itu, KPR syariah juga tidak kenal dengan istilah “value of money”. Sehingga jika debitur/nasabah KPR terlambat dalam pembayaran maka tidak ada kata denda untuk keterlambatan tersebut. Begitu juga dengan nasabah yang ingin segera melunasi kredit rumahnya, maka tidak akan dikenakan penalti seperti halnya jika menggunakan KPR konvensional.

Perbedaan Kredit Rumah Syarian Tanpa DP dan KPR Konvensional

Ada perbedaan jelas antara KPR konvensional dengan KPR syariah di antaranya adalah sebagai berikut:

  • KPR konvensional syarat dan ketentuannya ditetapkan oleh bank pemberi kredit, sedangkan di KPR syariah menggunakan prinsip akad jual-beli (murabahah).
  • KPR konvensional menggunakan suku bunga yang naik-turun mengikuti BI-Rate atau sesuai kebijakan bank. Di KPR syariah, tidak ada istilah sistem bunga sehingga cicilan tetap sesuai dengan kesepakatan di awal (harga rumah + margin).
  • KPR konvensional mengambil DP 20-30% dari harga asli rumah, di KPR syariah DP hanya berkisar 10-20% atau bahkan ada juga bank syariah yang menawarkan kredit rumah syariah tanpa DP.
  • KPR konvensional masa tenornya 5-25 tahun sedangkan KPR syariah 5-15 tahun.

KPR konvensional mengenal istilah denda bagi yang terlambat membayar dan penalti bagi debitur yang ingin melunasi KPR lebih awal sedangkan di KPR syariah tidak ada denda dan penalti apapun.
Dalam transaksi yang dilakukan bank syariah, bank seolah-olah membelikan rumah yang diinginkan oleh calon debitur kemudian menjualnya pada calon debitur tersebut dengan cara diangsur.

Kendati tidak mengenal bunga, bank syariah tetap mengambil keuntungan dari penjualan rumah dengan margin yang ditetapkan. Misalkan jika Anda tertarik dengan rumah yang harga aslinya 300 juta, maka bank syariah akan ‘membelinya’ lalu menjualnya kembali pada Anda dengan harga 400 juta.

Harga rumah 400 juta tersebut harus setara dengan nominal yang Anda bayarkan selama masa tenor. Jadi apabila Anda mengambil masa tenor 10 tahun. Maka selama 10 tahun tersebut Anda diwajibkan membayar cicilan dengan nominal Rp 400.000.000 : 10 tahun : 12 bulan = Rp 3.333.333 atau sekitar 3 jutaan rupiah.

Di negara maju seperti Amerika Serikat ternyata penggunaan KPR syariah ini mulai diperhitungkan. Terutama sejak AS mengalami krisis finansial global yang sempat melanda negara superpower tersebut pada tahun 2009 lalu yang mana karena krisis tersebut, harga properti di sana melambung tinggi.

KPR syariah diminati di Amerika Serikat karena disana aturan KPR ketat dan tidak akan memberi ijin bagi KPR yang dianggap tidak baik. Jika Anda berniat untuk mengambil KPR, kredit rumah syariah tanpa DP bisa jadi solusi yang tepat untuk Anda.